GAGAL DITERIMA DI KAMPUS NOMOR 2, TERNYATA LULUS DI KAMPUS NOMOR 1 (DUNIA)

Oleh : Rengky Yasepta (Penerima Beasiwa Fulbright 2024 asal Bengkulu)

Disclaimer: This blog is not an official U.S. Department of State blog, all views and information presented here regarding the Fulbright Program are the author’s own and do not represent the Fulbright Program nor the U.S. Department of State.

Perjalanan hidup sering kali penuh lika-liku, tak selalu sesuai dengan rencana yang kita susun. Dalam setiap langkah, kadang kita dihadapkan pada kegagalan yang seolah akan menghentikan mimpi kita. Namun, justru di situlah sering kali terletak rahasia kesuksesan yang lebih besar. Setiap kali kita terjatuh, ada kesempatan untuk bangkit dan menjadi lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih sesuatu yang lebih besar.

Berikut ini adalah kisah saya yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang sedang berjuang meraih mimpi, terutama bagi yang saat ini berkeinginan menjelajahi dunia untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri—bahwa ketika kita sudah mengikrarkan dalam hati lillahi ta’ala untuk mengejar suatu impian mulia, maka akan ada saja jalan untuk meraih apapun impian itu, bahkan di luar imajinasi terliar kita sekalipun.

Kisah yang akan saya bagikan ini adalah tentang perjuangan saya meraih sebuah beasiswa keren bernama Fulbright. Sekedar informasi, sebelum mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar internasional untuk sarjana, pendidik, mahasiswa pasca sarjana dan profesional yang bergengsi dari Pemerintah Amerika Serikat ini, saya sudah tiga kali mengejar sebuah beasiswa—sebut saja beasiswa X—untuk bisa melanjutkan S2 di sekolah pertambangan terbaik nomor 2 di dunia, yakni Curtin University, Australia, mengingat latar belakang keilmuan saya di bidang pertambangan.

Saya apply beasiswa X persis tiga tahun berturut-turut, yakni tahun 2021, 2022, dan 2023. Ternyata selama tiga kali itu pula saya mendapat balasan melalui email, “We regret to inform you that your application was unsuccessful this time.” yang tentu saja berarti saya dinyatakan tidak lulus. Ini bukan salah beasiswa X, bukan pula salah kampusnya, hanya Allah berkehendak lain. Ketika menerima hasil pengumuman tadi, dalam hati saya menghibur diri, “Kali ini belum rezeki saya.”

Alhamdulillah, Tuhan berikan yang terbaik. Bersamaan dengan percobaan ketiga melamar beasiswa X tadi, saya mencoba peruntungan lain, yakni melamar Fulbright Master’s Degree Scholarship yang di Indonesia dikelola oleh AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Akhirnya saya dinyatakan lulus diterima sebagai grantee beasiswa Fulbright pada percobaan pertama di tahun 2023 dan insya Allah mulai berkuliah pada Fall Semester pertengahan Agustus 2024.

Rasa syukur sekaligus haru juga saya panjatkan karena ternyata saya diterima di sekolah pertambangan nomor 1 di dunia, berdasarkan peringat QS World University Rankings by Subject: Mineral & Mining Engineering 2023, yakni di Colorado School of Mines, Golden, Colorado dengan mengambil jurusan Mineral and Energy Economics. Ingatkah Anda bahwa sebelumnya saya “mati-matian” mengejar beasiswa X untuk bisa berkuliah di kampus pertambangan nomor 2 di dunia? Ternyata rencana Allah lebih indah. Di balik kegagalan saya yang terus-menerus (baca: ngotot) mengejar beasiswa X, Allah berikan ending yang lebih baik. Saya justru mendapat kesempatan berkuliah di kampus nomor 1 sedunia, alih-alih mendapatkan yang nomor 2, untuk kategori jurusan yang saya tekuni, yakni pertambangan.

Ada yang bilang, “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius,” dan itu memang benar. Tidak diterima di satu tempat atau suatu kesempatan atau suatu peluang, cobalah terus berusaha! Barangkali Allah sedang menguji kita agar meningkatkan kualitas diri dan memantaskan diri kita untuk bersiap-siap mendapatkan yang terbaik menurut-Nya. Dan itu berlaku dalam kasus saya tadi.

Kisah ini bukan untuk pamer kehebatan diri. Dalam prosesnya, tentu butuh kegigihan, keringat, kerja keras, dukungan dan do’a dari orang-orang di sekitarku, apalagi untuk beasiswa sekelas Fulbright yang kabarnya merupakan beasiswa paling bergengsi dan paling diminati di seluruh dunia.

Khusus dari Indonesia, setiap tahun ada ribuan pendaftar beasiswa Fulbright yang dikelola oleh AMINEF dengan kualifikasi pelamar di atas rata-rata. Satu angkatan dengan saya, yakni batch 2024, dari ribuan pelamar tadi, hanya tersisa sekitar 90 orang termasuk saya sendiri.

Terima kasih tak terhingga harus saya ucapkan kepada istriku tercinta, keluarga besarku, teman-teman di lingkungan kerja yang sangat suportif—walaupun saya akan meninggalkan mereka setidaknya selama saya study di Amerika Serikat—dan semua pihak yang tak mungkin saya sebutkan satu-persatu, dalam proses hingga saya dinyatakan lulus. Jazakumullah khairan.

Semoga perjalanan melanjutkan pendidikan tinggi di Negeri Paman Sam nun jauh di sana akan membuahkan hasil positif, tidak hanya secara akademik, namun juga secara pertumbuhan personal dan ruhiyah bagi saya. “Buah” yang positif itu pun semoga pada akhirnya dapat “dipetik” oleh ummat dan masyarakat secara umum dalam bentuk kontribusi dan perubahan. Senada dengan itu pula, semoga Allah berkenan mengangkat derajat saya atas semangat mengejar pendidikan tinggi (baca: menuntut ilmu) seperti firman-Nya dalam surat Al-Mujadilah ayat 11, “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…”

Sekali lagi, kisah ini tidak dimaksudkan untuk pamer, tapi sekedar berbagi pengalaman. Semoga kisah ini bermanfaat dan menginspirasi kalian yang membacanya. Kisah ini ingin berujar bahwa bila kita punya tekad yang kuat dan semangat lillahi ta’ala untuk mengejar suatu impian yang mulia, maka Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik sesuai yang diinginkannya, yang bisa jadi jauh lebih indah dari yang pernah kita bayangkan. Semoga bermanfaat!

Profil Penulis:

Rengky Yasepta adalah penerima beasiswa Fulbright 2024 di Amerika Serikat. Beliau dikenal sebagai penulis buku bertema investasi emas dan perak. Bukunya yang best seller, yakni KERTAS ATAU EMAS? Rahasia tentang Uang Sejati yang Tidak Pernah Diajarkan di Bangku Sekolah Formal sering dijadikan rujukan para peminat emas di Indonesia tersedia di rengkyyasepta.com. Untuk pertanyaan, konsultasi, atau ingin mengundang Rengky sebagai pembicara dalam rangka berbagi inspirasi, terutama berkaitan dengan pengalaman mengejar beasiswa ke luar negeri, silakan kirimkan DM atau pesan melalui Instagram beliau di @rengky.yasepta.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *